Posts Tagged ‘kasembon rafting’

Game Menjahit Manusia

Game ini bisa dimainkan di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Peserta pelatihan outbound di bagi dalam beberapa tim, yang jumlahnya masing-masing tim antara 7-10 orang. Masing- masing kelompok diberikan spidol yang diikat dengan tali rafiah yang cukup panjang.

Cara permainan (games)

1. Peserta diminta instruktur untuk berbaris menyamping di masing-masing kelompok
2. Atas perintah instruktur outbound, peserta mulai memasukkan spidol yang diikat rafiah ke dalam bajunya. Dengan cara : dari lengan baju sebelah kiri peserta pertama, ke pundak. Dalam tubuh, menuju ke bawah (rok atau celana) kiri. Menyeberang ke kaki kanan, terus naik ke paha. Ke tubuh terus keluar melalui pundak sebelah kanan, kemudian ke lengan kanan.
3. Peserta kedua mulai melakukan proses yang sama.
4. Begitu seterusnya, hingga peserta terakhir.
5. Kelompok outbound yang paling pertama menyelesaikan games ini adalah pemenangnya.

Tujuan permainan :

1. Kekompakan team/tim
2. Menunjukkan bahwa sesuatu yyyannng tadinya dianggap tidak mungkin, dapat terwujud bila ada dorongan dan pendapat kolektif yang serempak dan kompetitif

Diskusi :

– Apa yang muncul dibenak peserta ketika mendengar nama permainan menjahit manusia?

– Dimana letak hikmah dari permainan ini.

– Bagaimana agar bisa cepat selesai

– Apakah diperlukan figur pemimpin dalam permainan ini?

– Apa hubungan persepsi dengan permainan ini?

www.outboundmalang.com
www.kasembon-rafting.com
www.outboundgames.com

Tips Berjalan di atas api

1. Banyak orang yang kakinya terbakar karena mereka berjalan terlalu lama sehingga memungkinkan konduktivitas termal arang naik.
2. Berlari (bukan berjalan) di atas bara api meningkatkan risiko terbakarnya bagian atas kaki, karena berlari akan menekan kaki lebih dalam kepada bara api.
3. Adanya benda asing pada arang juga dapat menyebabkan kaki terbakar. Berhati-hatilah terhadap logam karena tingginya konduktivitas termal yang dimilikinya.
4. Arang yang belum cukup lama terbakar akan meningkatkan risiko terbakarnya kaki, karena arang tersebut masih mengandung air yang memiliki kalor jenis dan konduktivitas termal yang tinggi. Pastikan air pada kayu yang dibakar telah menguap seluruhnya sebelum kegiatan firewalking dimulai.
Agar berjalan di atas api tetap menantang namun aman, berikut adalah tips-tips yang dapat dipraktikan :
1. Belajarlah kepada ahlinya, yaitu instruktur firewalking.
2. Tontonlah video mengenai cara melakukan firewalking. Video semacam ini dapat dengan mudah didapat di YouTube. Dengan menonton video ini, Anda dapat melihat bagaimana pengalaman mereka dan bagaimana mereka mampu melewatinya.
3. Jika ini adalah pengalaman pertama Anda melakukan firewalking, sebaiknya ada yang menemani Anda untuk berjaga-jaga jika Anda sampai terluka.
4. Pilih area yang akan Anda lewati selama firewalking. Penuhi area tersebut dengan pasir.
5. Jika terdapat titik api di dekat area tersebut, tunggu hingga warna baranya merah menyala.
6. Setelah warna baranya merah menyala, gunakan sekop untuk menyebarkan bara tersebut di area yang akan Anda lewati. Sebarkan dengan hati-hati.
7. Fokuskan pikiran Anda dan yakinkan diri Anda bahwa Anda pasti bisa. Mulailah berjalan di atas bara api.
8. Berjalanlah di atas bara dengan cepat, namun jangan berlari. Berlari akan membuat kaki Anda masuk lebih dalam ke bara api dan akan membuat Anda merasakan sakit.

Kunjungi kami di :
www.outboundmalang.com
www.outboundgames.com
www.wisataoutboundanak.com

Pengembangan Diri. (Personal Development)

Menurut pendapat Gebelein, Lee & Sloan (1997) Kemampuan diri pekerja dalam sebuah perusahaan di era perusahaan dengan tingkat turbulensi yang tinggi meliputi kemampuan sebagai berikut:

a. Berfikir kedepan (visionary Thinking)

– Mengetahui fungsi visi bagi efektifitas organisasi

– Mampu berfikir dengan paradigma baru

– Berani mengubah status quo

– Kreatif dan inovatif

b. Manajemen Strategi

– Mengembangkan strategi yang kompetitif untuk mencapai tujuan

– Menterjemahkan strategi ke dalam tujuan dan kegiatan implementasi

– Mengidentifikasi faktor penting yang menunjang pencapain tujuan

– Mengantisipasi adanya resiko

– Berfokus pada nilai tambah

– Menyelaraskan kegiatan dan mengalokasi sumber daya untuk mencapai tujuan

– Manajemen mutu terpadu

c. Kepemimpinan

– Mampu mengembangkan gagasan kreatif

– Mampu memancing munculnya gagasan kreatif dari orang lain

– Mampu meyakinkan orang lain

– Mampu menyelesaikan konflik dengan win-win solution

– Mampu bernegosiasi dengan pihak lain

– Mampu membangun kerjasama tim

– Mampu membangkitkan semangat kerja tim

– Mampu menghadapi hambatan yang terjadi pada tim

d. Hubungan interpersonal

– Mau mendengar dan menghargai pendapat orang lain

– Membangun rasa percaya pada orang lain

– Menghargai perbedaan

– Meliohat kelemahan orang lain bukan sebagai kendala

– Melihat orang lain sebagai bagian dari sukses diri dan tim

– Terbuka atas masukan dan kritik

– Tidak memaksakan kehendak diri sendiri

– Bersedia menolong orang lain

e. Komunikasi Efektif

– Berusaha untuk menyampaikan informasi kepada pihak lain demi sukses bersama

– Mengkomunikasikan ide kepada orang lain dengan jelas dan sistematik

– Menyampaikan kritik dan saran tanpa menyinggung perasaan orang lain

– Merangsang orang lain untuk mempertanyakan gagasan yang diajukan

– Merangsang orang lain untuk mengajukan gagasan alternatif

– Mau bertanya bila tidak jelas

– Berusaha memahami kesulitan orang lain

f. Memotivasi diri dan orang lain

– Mengembangkan inisiatif dan kreatifitas diri untuk kesuksesan tim

– Mau bekerja melebihi harapan

– Melihat kesulitan sebagai tantangan

– Berani mengambil resiko

– Membangkitkan semangat orang lain

– Menghangatkan suasana dengan sifat harmonis

g. Pengelolaan diri

– Pengembangan kebiasaan hidup yang efektif

– Tidak kehilangan kontrol emosi dalam menghadapi tantangan

– Tidak menarik diri bila berhadapan dengan kesulitan dan tantangan

– Tegar dalam menghadapi situasi panik

– Tidak menganggap dirinya sebagai orang yang paling berjasa dalam tim

Pengembangan diri di dalam kegiatan outbound training dapat dilakukan dengan berbagai cara di samping melalui permainan, dapat juga melalui petualangan (adventure)dan kegiatan penuh tantangan seperti high rope , rafting, air softgun, terjun payung, panjat dinding.

Hal-hal yang dikemukakan di atas hanyalah beberapa contoh pemanfaatan training outbound untuk berbagai kegiatan pengembangan kapasitas organisasi perusahaan. Tentu masih banyak hal lain yang bisa disimulasikan dalam kegiatan outbound training.

Mau Melakukan Kegiatan Outbound yang dipadu dengan rafting dan adventure lainnya?

Jangan Ragu Hubungi Kami :

Hotline : 081233342777

Lakukan Yang Terbaik

Ada pesan agama “ Berlomba-lombalah menjadi yang terbaik”. Pesan ini mendorong setiap orang untuk mewujudkannya. Orang yang terbaik selalu menarik perhatian orang lain. Dia punya daya tarik yang mempesona.
Misalnya : dalam berbicara. Kalimat yang digunakan selalu kata-kata yang terpilih, sehingga isinya berkualitas. Dia “mengunyah” dulu sebelum mengeluarkan/mengucapkannya. Singkat kata, tutur katanya selalu baik.
Sikapnya sopan dan santun. Jauh dari sikap sombong, pongah, apalagi hanya mempertontonkan kekarnya otot leher. Lazimnya orang yang dihormati bukan karena fisiknya yang gagah, tetapi perhormatan datang karena sikap rendah hati.
Pribadi unggul juga berupaya baik dalam hal ilmu, keterampilan dan prilaku. Ilmunya luas, mendalam dan selalu disebarluaskan kepada orang lain. Dia juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendek kata, pribadi unggul selalu berupaya untuk menjadi yang terbaik dibanding orang lain.
Kalau orang lain tidur, dia akan bangun, kalau orang lain duduk dia akan berdiri, kalau orang lain berdiri dia akan berjalan, kalau orang lain berjalan dia akan berlari, kalau orang lain berlari dia akan berlari lebih cepat, kalau orang lain berlari lebih cepat maka dia akan terbang. Pokoknya orang sukses selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk bisa dicontoh orang lain.
Wallahu a`lam bishshowab.

Executive adventure outbound malang
Hotline : 0341-7027933
Mobil : 081233342777

Mau rafting di kasembon??
Jangan ragu untuk segera menghubungi kami.

Faktor Kesuksesan

Kesuksesan besar yang diraih seseorang dalam hidupnya adalah gabungan dari kesuksesan kecil yang pernah ia raih sebelumnya satu persatu. Kesuksesan besar selalu diraih setelah seseorang melalui suatu rentang waktu yang lama, perjuangan yang panjang dan berliku, dan sudah pasti sangat melelahkan
Dalam rentang waktu yang lama tersebut, seseorang hanya dapat meraih sukses besar apabila ia dapat mengalahkan kelelahan dan godaan jiwanya untuk mundur dari perjuangan. Dari sanalah kita menemukan bahwa sesungguhnya faktor-faktor utama yang menentukan kesuksesan seseorang tidak saja bersumber pada kecerdasannya, tetapi terutama ditentukan oleh sifat-sifat dalam jiwanya, yaitu kesabaran, keuletan dan ketekunan.
Orang-orang cerdas yang gagal dalam hidupnya atau tidak mencapai prestasi puncak dalam hidupnya pada umumnya disebabkan karena kecerdasan mereka tidak didukung oleh sifat-sifat jiwa tersebut (Kesabaran, keuletan dan ketekunan).
Manajemen modern boleh saja menggantikan kata “bekerja keras” dalam kamus kesuksesan, tetapi mereka tidak dapat menafikan unsur “waktu” sebagai proses yang menguji daya tahan seseorang dalam pendakiannya menuju puncak kesuksesan.
Waktu merupakan variabel tetap yang menguji kekuatan mental seseorang. Perjalanan menuju puncak kesuksesan merupakan pendakian jiwa yang sangat melelahkan. Hanya mereka yang sabar, ulet dan tekun yang dapat bertahan untuk tetap mendaki menuju puncak kesuksesan.
Darimanakah sifat-sifat jiwa itu terbentuk? Jawabannya adalah dari tekad. Jadi kesabaran, keuletan dan ketekunan adalah buah dari tekad yang kuat.

Mau rafting di kasembon?
Jangan ragu untuk segera menghubungi kami :
Hotline : 0341-7027933

Observasi Perilaku Peserta outbound

Hal-hal yang perlu diamati dari setiap peserta selama mengikuti games adalah :

– Keterlibatan dalam kelompok ( mempunyai inisiatif atau hanya menjadi pendengar yang baik)

– Keaktifan (peran serta peserta)

– Kemampuan mengendalikan emosi/stress (kontrol diri, ekspresi wajah)

– Kemampuan meyakinkan orang lain

– Kemampuan menciptakan sinergi

– Kemampuan mendistribusikan pekerjaan (resource distribution)

– Kemampuan mengoptimalkan alokasi sumber daya yang dimiliki (resource allocation)

– Respon/antusias terhadap challenge

– Mau/tidak mau memahami orang lain (menghargai pendapat orang lain)

– Strategi dalam menghadapi konflik (lebih ke arah win-win atau win-loss)

– Reaksi apabila gagasannya ditolak

Asal Mula Outbound

Outward Bound adalah ide pendidikan inovatif yang dikreasikan oleh Kurt Hahn yang telah bertahan dan berkembang selama lebih dari enam puluh tahun. Fakta Ini dapat dikatakan luar biasa karena begitu banyak metode pendidikan yang muncul dan tenggelam selama periode ini.

Apakah karena konsep ini sangat mudah beradaptasi dan dapat diterapkan pada dunia edukasi secara masal atau karena pemikiran dan filosofi dari konsep metode semacam outbound ini adalah abadi dan memiliki daya tarik universal? atau mungkin kedua faktor tersebutlah yang membuat metode ini menjadi populer dan terus berkembang.

Yang jelas sang penemu metode outward bound atau lebih dikenal outbound training , Kurt Hahn telah meninggal pada tahun 1974 tetapi pengaruhnya dalam Outward Bound dan inisiatif pendidikan lainnya masih hidup hingga saat ini. Beliau lebih menekankan tercapainya tujuan daripada melatih fokus, dengan menggunakan cara yg sangat fleksibel, beragam dan sangat adaptatif. Begitu pula dengan metode Outbound Training, dengan programnya yang boleh dikatakan “tidak lazim”

Kisah Sang Penemu Outbound

Kurt Hahn lahir di Jerman pada tahun 1896, putra seorang industrialis Yahudi kaya, tapi ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Inggris sebagai warga negara Inggris. Sementara ia masih di SMA tahun 1902, ia menghabiskan liburan musim panas di Dolomites dengan teman-teman dari Abbotsholme, sebuah sekolah negeri Inggris. Selama rentang perjalanan ini, dalam sebuah diskusi tentang sistem sekolah umum Inggris, ketertarikan mengenai dunia pendidikan pertama kali masuk ke dalam benak Hahn. Hal ini menyebabkan ia menjadi terobsesi, kemudian ia mulai mendalami filsafat pendidikan dan sangat dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran Plato, Baden Powell, Cecil Reddie, Dr Arnold dari Rugby, Herman Lietz dan lain-lain.

Pada tahun 1904, saat ia masih muda, Hahn terkena “sunstroke” yang cukup parah sehingga membuatnya cacat permanen namun disinilah ia merasakan ketegaran karena ia memiliki semangat dan keberanian untuk bertahan hidup yang sangat tinggi. proses pemulihan diri ini dimanfaatkannya untuk mempelajari filsafat pendidikan secara lebih mendalam dan merumuskan sistem pendidikan yang hingga saat ini menjadi sangat populer.

Salah satu prinsip hidupnya yang ia pegang teguh sejak saat itu adalah, “ketidakmampuan Anda adalah Peluang Anda”, yaitu mengubah Tantangan menjadi Keuntungan, dengan cara selalu melakukan hal yang benar, terbaik dan bermanfaat meskipun dalam keadaan yang dirasakan sangat sesulit apapun.

Filsafat pendidikan Hahn adalah perpaduan dari apa yang dianggap sebagai ide terbaik yang diambil dari berbagai sumber. Menurutnya, pendidikan adalah seperti pengobatan, metode pengobatan yang ada pada saat ini adalah hasil penemuan dan penyempurnaan dari metode metode terdahulu, jika anda datang ke seorang ahli bedah umum dan meminta untuk membedah usus anda dengan cara yang terbaik dan benar, pasti dokter ahli bedah umum tersebut akan menyarankan anda untuk datang ke ahli bedah yang lebih ahli mengenai usus.

Jadi menurut Hahn, tidak ada yang istimewa dan baru dari metode “temuannya”, karena menurut Hahn, ia hanyalah mengumpulkan, merumuskan kemudian mengemasnya dengan cara yang dianggapnya paling sesuai dengan pengalaman atau proses hidupnya pada masa itu. Beliau menganggap, lebih baik meminjam sebuah ide atau metode yang sudah teruji dan terbukti ketimbang harus mencari dan berkesperimen dengan metode baru.

Kunci keberhasilan Hahn adalah, ia berhasil merangkum, mengambil dan menggabungkan ide dan metode terbaik dari tiap pakar pendidikan di dunia, menjadi suatu metode edukasi yang sangat unik.

Hahn memiliki keyakinan bahwa setiap manusia dilahirkan dengan potensi dan kekuatan spiritual serta kemampuan untuk membuat penilaian yang benar mengenai nilai hidup dan moral.

Dalam perkembangan hidupnya, seseorang itu kehilangan kekuatan spiritual ini dan kemampuan untuk membuat penilaian moral karena, apa yang Hahn sebut, diseased society dan the impulses of adolescence.

Oleh karena itu, Hahn terobsesi oleh dekadensi moral atau penyakit sosial yang dia amati di masyarakat, dan sangat tergerak untuk mencari solusinya, beberapa “penyakit” tersebut misalnya seperti :

* Penurunan tingkat kebugaran karena adanya sarana transportasi modern, pada saat itu lokomotif atau mesin
* Penurunan memori dan imajinasi karena bingung, waswas, stress, gelisah akibat dampak dari modernisasi
* Penurunan tingkat keterampilan dan perhatian karena melemahnya tradisi dan budaya yang positif serta keahlian
* Penurunan disiplin diri karena ketergantungan pada obat-obat perangsang dan obat penenang
* Penurunan rasa cinta dan kasih sayang antar sesama karena masing masing sibuk dan egois dengan gaya hidup modernnya

Sebagai bagian dari perhatiannya terhadap kekuatan dan kemampuan fisik adalah, ia percaya bahwa setiap manusia memiliki bakat kemampuan fisik, baik bakat fisik alamiah maupun ketidakmampuan fisik alamiah, misalnya seperti cacat fisik.

Keduanya memiliki kelebihan dan memberikan kesempatan: satu untuk mengembangkan kekuatan dan yang lainnya untuk mengatasi kelemahan. Inilah yang menjadi prinsip atau pegangan Hahn’s berikutnya yaitu,

“Ada banyak kelebihan pada diri anda daripada yang anda pikirkan dan bayangkan.”

Tujuan Hahn adalah untuk menyediakan wahana ideal untuk mengaktifkan kesadaran dan potensi kekuatan tersebut, sehingga setiap orang dapat menemukan kesempurnaan jati diri manusianya dan salah satu wahana yang ia buat adalah Outward Bound atau lebih populer di Indonesia dengan istilah Outbound Training.

*dirangkum dari berbagai sumber

Syarat menjadi Instruktur Outbound

Suksesnya suatu kegiatan outbound training manajemen sangat tergantung pada kemampuan instruktur didalam membawa acara pelatihan. Semua proses belajar yang terjadi di dalam keseluruhan kegiatan harus berjalan secara lancar dan menyenangkan (Fun). Peranan fasilitator dan instruktur sangat penting. Oleh karena itu instruktur outbound harus dapat menempatkan dirinya secara professional. Seorang fasilitator dan instruktur outbound yang professional setidaknya harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Memiliki kompeten dalam bidang ilmu manajemen, ilmu psikologi dan dinamika kelompok.

Tanpa memiliki kompetensi yang memadai seringkali kegiatan outbound hanya menjadi penderitaan fisik karena tidak jelas hubungan antara aktivitas fisik dengan ilmu manajemen dan perilaku yang harus dimiliki dalam kegiatan bisnis dalam era perubahan yang sangat cepat.

2. Memahami rancangan permainan untuk mengungkap prilaku manajemen

Kegiatan dalam outbound training manajemen baru akan bermakna bagi pembentukan perilaku yang menunjang sukses bisnis bila kegiatan dirancang untuk mensimulasi perilaku organisasi yang sebenarnya. Oleh karena itu, seorang fasilitator harus terlibat dalam perancangan kegiatan pelatihan outbound training. Dia harus mengetahui permainan outbound apa yang akan dimainkan, dan apa makna manajemen dari permainan tersebut.

3. Memiliki kemampuan observasi dan kemampuan komunikasi yang baik

Observasi adalah bagian penting dari kegiatan outbound training. Kemampuan mengamati perilaku yang produktif dan prilaku yang tidak produktif mutlak harus dimiliki seorang fasilitator outbound training. Selain itu, dia juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang jelas dan memproses perilaku yang muncul tanpa membuat peserta outbound yang memunculkan prilaku tersebut tersinggung.

4. Menarik dan berwibawa (pendidikan yang memadai, kepribadian yang menarik dan memiliki sense of humor yang baik)

Suasana pelatihan outbound training hendaknya harus penuh rasa gembira. Belajar dalam hati yang gembira akan sangat membantu efektifitas belajar. Oleh karena itu seorang fasilitator outbound harus mampu membuat suasana yang hangat dan gembira dengan humor-humor yang sehat tanpa menyinggung perasaan peserta outbound.

5. Menguasai masalah teknis pelatihan termasuk masalah safety

Pelatihan di alam terbuka sangat terkait dengan kemungkinan untuk terkena cedera. Oleh karena itu kemampuan teknis dibidang keselamatan permainan sangat penting dimiliki, walaupun di dalam outbound traning ada tim medis, keselamatan pelatihan berada di tangan fasilitator/instruktur outbound training.

Fasilitator dan instruktur di dalam team executive adventure outbound malang adalah orang yang berpengalaman dan mumpuni dibidangnya. Sudah bertahun-tahun menyelenggaran kegiatan outbound dengan ratusan client yang berbeda diberbagai kota di indonesia. Sebagai sebuah provider outbound traning, kami selalu menjaga mutu dan kualitas pelatihan, sehingga tujuan dan sasaran yang diinginkan client bisa tercapai

segera hubungi kami di 081233342777 atau 0341-7027933. atau email via marketing@outboundmalang.com

Merancang Kegiatan Outbound yang Efektif

Program pelatihan dan pengembangan yang dilakukan di luar ruangan atau biasa disebut outbound, hanya akan efektif apabila dilaksanakan dengan baik. Outdoor training bisa menjadi bahan yang ampuh untuk pengembangan SDM, asalkan dikerjakan dengan benar, yakni berisi rangkaian program-program yang bagus.

Kompetisi seseorang bisa ditingkatkan melalui pengembangan pengetahuan, skill, dan sikap/karakter yang bersangkutan. Outbound training bertujuan menggali dan meningkatkan skill dan karakter individu. Untuk hasil yang maksimal, kegiatan outbound idealnya dilaksanakan minimal 3 hari, fasilitas outbound harus memadai dan dipandu oleh instruktur yang berpengalaman. Dan yang terpenting, program outbound harus focus pada hasil, bukan pada aktivitasnya itu sendiri.

Untuk itu, sebelum melakukan kegiatan outbound, terlebih dahulu harus dirancang dan dipersiapkan dengan baik segala macam hal yang dapat menunjang keberhasilan tersebut. Secara umum ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk menuju kegiatan outbound yang efektif sesuai dengan yang diharapkan.

1. Menetapkan target/tujuan

Untuk apa kegiatan outbound dilaksanakan? Setiap kegiatan pasti memiliki tujuan dan target yang ingin dicapai. Untuk mengasah kebersamaan (team building)? Memompa semangat berprestasi (achievment motivation)? Kepemimpinan (leadership)? Atau untuk tujuan yang lain??

Penetapan tujuan dan target ini penting untuk mendesain setting kegiatan yang akan dilaksanakan, meliputi pemilihan lokasi, merumuskan materi, dan jenis-jenis materi yang dilaksanakan dalam outbound tersebut.

2. Menentukan lokasi kegiatan.

Setelah tujuan atau target kegiatan telah ditentukan, maka setelah itu adalah menentukan tempat/lokasi kegiatan outbound. Adakalanya kegiatan outbound dilakukan hanya sebagai pelengkap atau variasi dari kegiatan dalam ruangan (indoor). Bila itu yang terjadi, maka pilihlah gedung atau aula yang memiliki halaman yang luas, atau dekat tanah lapang yang bisa dijadikan arena outbound atau permainan games.

3. Menyiapkan alat yang diperlukan.

Agar kegiatan outbound berjalan dengan baik, segala keperluan menyangkut peralatan yang dibutuhkan harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Untuk kegiatan fun outbound biasanya tidak memerlukan peralatan-peralatan yang rumit.

4. Menyiapkan tim instruktur.

Tim instruktur bisa jadi merupakan kunci keberhasilan kegiatan outbound training. Entah itu real outbound (high maupun middle impact) maupun hanya bersifat fun games. Instruktur harus orang yang berpengalaman di bidangnya, terutama outbound yang beresiko tinggi, sehingga outbound bisa menjadi aman dan nyaman. Syarat-syarat menjadi tim instruktur silahkan klik disini.

Demikian beberapa tips untuk merancang kegiatan outbound yang baik

=========SEMOGA SUKSES SELALU BUAT ANDA==========

Executive Adventure Outbound Malang.

Provider Outbound Training Professional

Telp : 081 2 333 42 777

Flx : 0341-7027933

www.outboundmalang.com

www.facebook.com/outbound.malang

10 Ciri Team yang Berkinerja Tinggi

1. Seluruh anggota mempunyai tekad menyelesaikan tujuan atau misi yang dikembangkannya.
2. Tim bekerja dalam lingkungan yang anggotanya saling terbuka dan percaya satu sama lainnya.
3. Seluruh anggota merasa memiliki tim, dan secara sukarela mereka berpartisipasi di dalamnya.
4. Anggota terdiri atas orang dengan pengalaman, gagasan, pandangan, yang berbeda, dan perbedaan ini dihargai.
5. Semua anggota tim secara terus menerus belajar dan memperbaiki dirinya. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan tim dalam memecahkan persoalan.
6. Semua anggota tim mengerti peranan dan tanggung-jawabnya, saling menghargai satu sama lainnya.
7. Keputusan diambil berdasarkan konsensus
8. Setiap anggota tim berkomunikasi secara terbuka, langsung, dan saling mendengarkan satu sama lainnya secara obyektif dan penuh kesabaran.
9. Tim dapat menangani konflik tanpa harus memunculkan permusuhan.
10. Pimpinan tim, apakah temporer atau tetap, mempraktekan gaya kepemimpinan partisipatif.