Archive for May, 2011

Mengapa Harus Outdoor??

Dasar pendekatan untuk pelatihan ini, adalah Pembelajaran model orang dewasa (adult learning) dan Outdoor activities.

Mengapa “OUTDOOR” ?
Pendekatan dengan aktifitas outdoor dapat mengakomodasi pembelajaran model orang dewasa yaitu belajar dari apa yang dialami (action), yang mana praktisasinya dihubungkan (Reflection) dengan permasalahan hidup sehari-hari.

Pelatihan dengan media outdoor memberikan beberapa nilai tambah, metode ini terbukti efektif . Karena berbeda dengan pelatihan dalam ruang (indoor) yang konvensional dan hanya menyentuh aspek kognisi saja.

Ruang terbuka (Outdoor) merupakan media atau prasarana yang memberikan keleluasaan baik pada gerak fisik (psikomotorik), maupun emosi (afeksi) dan berpikir (kognisi) bagi pesertanya.

Sedangkan Metode Pembelajaran Orang Dewasa dipilih karena orang dewasa dalam belajar memiliki beberapa ciri, antara lain :

* Tidak menyukai suasana yang formal, karena suasana yang formal dalam belajar mengekang proses berpikir. Sedangkan bila suasananya informal dapat terjadi pertukaran ide secara luas.
* Orang dewasa selalu ingin memecahkan masalah, aktifitas diluar ruang selalu memiliki problema yang menantang untuk dipecahkan.
* Orang dewasa akan mengalami kemajuan bila menghadapi masalah-masalah yang nyata, dan dapat mempraktekkan apa yang dimilikinya untuk memecahkan masalah tersebut.

Orang dewasa selalu mencari manfaat dari apa yang dialaminya

Buka juga situs kami yang lain :
www.outboundmalang.com

Metode Outbound Training

Ada banyak cara provider outbound training melakukan kegiatan outboundnya. Metode yang biasa digunakan dalam pelatihan outbound training adalah :

1. Permainan kelompok

Dalam suatu kegiatan outbound training, banyak sekali permainan-permainan yang dilakukan secara berkelompok, baik yang sifatnya fun game maupun bersifat middle game. Beberapa permainan outbound yang biasa dilakukan secara berkelompok diantaranya :

– Human ladder

– Ring berpindah

– Hunter my name

– Mutiara dalam kerang

– Hollahop/webbing berantai

– All stand up

– Frantic ballon

– Train ballon

– Ball tossing

– Dan lain-lain

2. Kerja kelompok

Dalam suatu kegiatan outbound training, kerja kelompok biasa dikerjakan untuk mensimulasikan kehidupan yang nyata dalam permainan-permainan sederhana dalam kegiatan outbound. Beberapa kegiatan outbound yang mensimulasikan kegiatan ini diantaranya :

– Human ladder

– Time boom

– Pipa bocor

– Pulau terkecil

– Escsape from the island

– Pulau terkecil

– Crocodille river

– Dan lain-lain

3. Petualangan individual

Petualan individual perlu dilakukan dalam kegiatan outbound training untuk memberikan pengalaman baru pada para peserta outbound, menambah keberanian, cepat mengambil keputusan dan menambah rasa kemanusiaan. Game dalam petualangan individu biasa ada dalam permaianan high rope maupun permainan outbound lainnya. Diantaranya :

– Flying fox

– Two line bridge

– Jembatan elvis

– Solo camp

– Repeling

– Paralayang

– Airsoftgun

– Paint ball

– dll

4. Ceramah (keterkaitan antara kegiatan simulasi dengan prinsip manajemen)

Ceramah biasa dilakukan dalam kegiatan outbound training di malam hari.

5. Diskusi

Dalam suatu kegiatan outbound traning, diskusi diperlukan untuk memecahkan masalah yang ada, sehingga tujuan/goal dari outbound training yang dilakukan bisa tercapai

www.outboundmalang.com
www.kasembon-rafting.com
www.outboundgames.com

Leadership dalam outbound training

Sukses sebuah organisasi sangat tergantung dari kemampuan si pemimpin dalam menggerakkan seluruh anggota perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Para manajer selaku pemimpin di dalam perusahaan dewasa ini menghadapi banyak tantangan baru. Mereka harus mampu menjadi pemimpin transformasional yang mampu menggerakkan para pengikut agar memiliki motivasi tinggi mewujudkan cita-cita ideal perusahaan. Mereka harus mampu mendorong anak buah mereka untuk memunculkan seluruh motivasi insani yang ada agar menimbulkan kinerja yang bernilai tinggi dan jauh melebihi ekspektasi perusahaan. Sebaliknya, seorang manajes juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan anak buah mereka, sehingga mereka semua akan memperolah bagian yang adil dari usaha dan jerih payah keringat mereka. Para manajer sebagai leader juga harus mampu menghadapi masalah dunia bisnis yang semakin kompleks. Harus mampu mempertemukan kepentingan banyak pihak.

Dalam pelatihan outbound training, setiap individu peserta outbound dipicu untuk belajar menjadi seorang pemimpin (leader). Peserta outbound training juga diajak untuk berusaha menciptakan pengetahuan baru yang bersumber dari pengetahuan yang berbeda-beda. Peserta outbound training juga diajak agar berusaha menjadi pemimpin yang sinergistik.

Pada saat ini, dunia kerja menjadi semakin kompleks. Jika dulu setiap karyawan dapat bekerja secara individu berdasarkan petunjuk yang baku, maka kini dalam suatu pekerjaan diperlukan kontribusi dari suatu tim kerja (team work) yang bekerja secara terpadu. Suatu tim kerja yang efektif memerlukan pemimpin yang tepatyang mampu memadukan kompetensi individual dari masing-masing anggota team menjadi kompetensi team yang sinergik dan berkualitas.

Pemimpin (leader) yang sinergik perlu memahami tatakrama dan budaya kerja yang berlaku diperusahaannya dan mampu mengambil tindakan yang tepat untuk memfasilitasi komunikasi intra dan antar tim yang serasi sesuai dengan tatakrama dan budaya kerja perusahaan team tersebut berada.

Pemimpin di dalam era perubahan lingkungan bisnis yang sangat cepat ini harus memiliki kompetensi sebagai berikut :

1. Memahami lingkungan dunia bisnis yang kompleks, dinamik dan penuh perubahan
2. Kerja dalam tim, kolaburasi, dan aliansi strategik
3. Memahami perbedaan dapat menjadi sumber inovasi
4. Memahami peran kepemimpinan
5. Memahami fungsi komunikasi dalam proses interaksi yang sinergik
6. Memahami proses penyelarasan yang sinergik
7. Memahami iklim kerja yang transformasional
8. Memahami makna dan hakekat aliansi strategik.

Dalam kegiatan outbound training, untuk melatih jiwa leadership peserta outbound training sangat diperlukan, hal ini hanya akan berhasil bila kegiatan outbound training dilakukan oleh lembaga professional, dengan fasilitator yang berpengalaman dan tahapan-tahapan dalam kegiatan outbound benar-benar dilaksanakan

Sasaran Program Outbound manajemen Training

Sasaran dari kegiatan outbound training adalah pengembangan berbagai komponen prilaku pegawai guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas kerja sehari-hari. Komponen prilaku yang diharapkan tumbuh dari pelaksanaan outbound training adalah :

– Berfikir kreatif (kreatif thingking)

– Kemampuan untuk mengembangkan gagasan kreatif dari diri sendiri

– Kemampuan untuk memancing munculnya gagasan kreatif dari orang lain.

– Kemampuan untuk menyakinkan orang lain

– Kemampuan menyelesaikan konflik dalam kondisi win-win

– Kemampuan bernegosiasi dengan pihak lain dengan kondisi win-win

– Kemampuan membagun kerjasama dengan tim

– Kemampuan membangkitkan semangat kerja tim

– Kemampuan mengatasi hambatan yang dihadapi tim

– Mempunyai hubungan interpersonal yang baik

– Mau mendengar dan menghargai pendapat orang lain

– Membangun rasa percaya (trust) pada orang lain

– Melihat kelemahan orang lain bukan sebagai kendala

– Melihat orang lain sebagai bagian dari sukses diri sendiri dan sukses tim

– Terbuka atas masukan (kritik dan saran) dari orang lain

– Tidak memaksakan kehendak

– Bersedia menolong orang lain dan mau ditolong orang lain

– Berkomunikasi secara efektif

– Mampu menyampaikan informasi kepada orang lain.

– Mengkomunikasikan ide kepada orang lain dengan jelas dan sistemik

– Menyampaikan kritik dan saran tanpa menyinggung perasaan orang lain

– Merangsang orang lain untuk mengajukan gagasan alternatif

– Mau bertanya bila ada ketidakjelasan informasi

– Berusaha memahami kesulitan orang lain

– Memotivasi diri dan orang lain

– Mengembangkan inisiatif dan kreatifitas diri

– Mau bekerja melebihi harapan

– Melihat kesulitan sebagai sesuatu yang menantang

– Berani mengambil resiko

– Membangkitkan semangat orang lain

– Menghangatkan suasana dengan sifat humoris

– Mempunyai kemampuan dalam pengelolaan diri

– Pengembangan kebiasaan hidup yang efektif

– Tidak kehilangan kontrol emosi

– Tegar dalam menghadapi situasi panik

– Tidak menganggap dirinya sebagai orang yang paling berjasa dalam kesuksesan tim

Sudahkah sifat sifat tersebut ada dalam diri anda? Executive adventure, outbound malang berusaha membantu anda memunculkan sifat-sifat tersebut dalam tiap kegiatan outbound-nya. Silahkan hubungi kami untuk menjadi provider kegiatan outbound perusahaan anda…

Kunjungi juga kami di….

www.ouboundmalang.com
www.kasembon-rafting.com
www.outboundgames.com
href=”http://wisataoutboundanak.com”>www.wisataoutboundanak.com

Hidup Adalah Pendakian

Gunung kan ku daki

Lautan kuseberangi

Sungai kuarungi

Allah Berfirman “Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan” (arrahman:33)

Hidup adalah pendakian prestasi, mengumpulkan sukses kecil menjadi sukses besar. Sebagaimana mendaki gunung, menapaki tangga-tangga suksespun kadang menimbulkan kejenuhan, kelelahan, kemalasan, ketakutan, dan aneka pikiran yang menghantui akhirnya meracuni kehidupan kita.

Ada beberapa tipe manusia dalam proses pendakian ini:

1.1. Tipe Quitters
Dia orang yang tergesa-gesa, ingin cepat sampai, gampang menyerah, mudah bertekuk lutut, senang patah arang dan tak berani mengambil resiko. Bila ditawarkan tantangan kepadanya, dia mundur teratur sebelum abil langkah seribu. Orang semacam ini pikirannya didominasi oleh hal-hal yang negatif. Suudzon thinking. Kalah sebelum bertanding. Memilih parking sebelum naik ring. Memilih aman daripada beresiko. Tak punya nyali untuk menatap posisi hidup ini.

1.2. Tipe Campers
Mereka adalah orang yang senang mendaki pada ketinggian tertentu lalu mengakhiri pendakian kemudian berhenti. Beristirahat serta mendirikan tenda ditempat datar. Menimati kesuksesannya, puas dengan yang diperolehnya, mengambil jalan selamat, dan tak tertantang untuk mengambil peluang dan resiko yang lebih besar.

1.3. Tipe Climbers
Inilah para pendaki abadi. Para pahlawan hakiki. Para pejuang yang siap mengambil apapun resiko yang ditemui. Baginya hidup adalah sebuah arena untuk mengubah tantangan menjadi peluang, mengubah hambatan menjadi kesuksesan, mengubah kesulitan menjadi kemungkinan-kemungkinan, mengambil resiko dengan penuh konsekuensinya dan keberanian. Inilah yang mesti kita miliki. Tidak lemah, tidak putus asa. Tidak gampang menyerah. Bisa membuat sejarah dalam hidupnya.

Berfikir, bertindak, bekerja dengan aneka variasi untuk meraih sukses dan menyebarluaskan kebahagiaan untuk orang lain. Kebahagiaan adalah ketika mampu membuka jalan bagi generasi berikutnya. Memecahkan masalah yang ada di masyarakat.

www.outboundmalang.com

Agar Kegiatan Outbound Training optimal

Beberapa hal yang harus dilakukan agar kegiatan outbound training yang dilaksanakan dapat menghasilkan hasil yang optimal. Diantaranya adalah..

Interview. Ini perlu dilakukan untuk mendapatkan gambaran profil dari peserta outbound. Jangan sampai nantinya permainan super keras diterapkan kepada orang yang punya penyakit tertentu misalnya. Wah.. bisa repot nantinya. Selain itu juga agar instruktur tidak terkaget-kaget di lapangan manakala karakter asli dari peserta muncul, sedangkan karakter itu belum tentu disenangi oleh sang instruktur misalnya. Jadi udah ada semacam defend dulu agar gak terkaget-kaget (termasuk solusi bagaimana menanganinya).

Variasi permainan. Ini juga penting dan mesti disesuaikan dengan kondisi dan budget. (Bukan berarti simulasi kerjasama ini tidak bisa dimainkan di dalam ruangan loh). Semakin pandai seorang instruktur merancang suatu permainan, yang dapat mensimulasikan kerjasama antar anggota tim, semakin besar kemungkinan keberhasilan dari kegiatan outbound training tersebut.

Keseriusan dan kesiapan peserta. Bila segala-galanya sudah bagus namun pesertanya tidak serius atau tidak siap, yang ada bisa2 hanya akan buang2 waktu dan tenaga saja. Jadi apa gunanya kegiatan outbound training dilaksanakan.

Komunikasi. Saat kegiatan outbound training berlangsung, harapannya karakter yang biasa digunakan para peserta selama di tempat kerja, karakter itulah yang digunakan. Nantinya bisa jadi akan timbul konflik dan bisa jadi masalah dalam komunikasi. Nah.. ini akan menarik bila masih bisa dilakukan kompromi dari hasil komunikasi yang berlangsung.

Btw, bila dari hasil kompromi yang terjadi tidak mendapatkan hasil yang benar2 produktif, maka bisa jadi ada (satu atau lebih) karakter yang boleh dibilang kurang cocok untuk ditempatkan dalam tim. Untuk itulah perlu dilakukan perubahan karakter. Misal, yang tadinya pemarah harus dikurangi marah nya. Yang pendiam harus diajak atau diberi peluang untuk bisa mengungkapkan apa yang dianggapnya baik untuk tim. Dan bila terjadi perubahan berupa peningkatan produktifitas tim tersebut dari yang semula tidak produktif atau kurang produktif, maka karakter baru itulah yang ”stelan”-nya perlu digunakan dalam lingkungan kerja sehari-hari. Karena ”mapping” na boleh dikatakan udah ”pas”. Namun bila dianggap ada pemarah dan ada pendiam tapi tetap dianggap produktif. Malah justru sarannya adalah.. peliharalah sifat marah dari pemarah dan sifat pendiam dari si pendiam karena “mapping” nya udah pas. Aneh kan? Tapi ajaib, begitulah sarannya.

Gimana bila ternyata tidak berhasil pula dilakukan kompromi dari usaha untuk merubah karakter yang ada di dalam tim (yang mengakibatkan kurangnya produktifitas dalam tim)? Personil yang memiliki karakter yang kurang cocok dalam tim tersebut lantaran tidak ditemukannya ”mapping” yang pas, mungkin bisa ditempatkan di tim yang lain yang lebih cocok untuknya (selain kemudian bisa di-training pelan-pelan agar karakternya bisa berubah ke arah yang diharapkan. Btw perusahaan sekelas General Electric melakukan hal itu kepada para karyawannya). Tapi terlepas dari suka atau tidak suka dari keputusan yang diambil, harapannya ke depan akan memberi keseimbangan dalam tim di kemudian harinya. Mungkin gak ada yang salah dan gak ada yang bener dari hasil keputusan tersebut. Seperti tidak ada yang salah tatkala ada istri cerewet dengan suami pendiam. Intinya bagaimana menemukan ”mapping” yang pas untuk tim. Cara yang berat dan mahal memang. Namun di luar negeri ini dianggap efektif ketimbang sekedar melakukan assessment. Assessment memang cara yang murah menurut saya. Namun boleh dibilang tidak.. atau setidak-tidaknya.. kurang adil. Coba pikir baik2. Istri cerewet dan suami pendiam tapi produktif. Istri oke dan suami oke namun gak produktif. Apa yang salah dari sebuah assessment? Namun assessment ini boleh dibilang masih bisa dipake, bahkan sangat terpakai daripada.. ribet!

dikutip dan diedit dari : kormakyu.

Dari www.outboundmalang.com

Almost Infinite Cyrcle

Peralatan yang dibutuhkan : Tali rafiah yang dipotong sepanjang 80cm. Masing-masing peserta outbound training mendapatkan satu buah.

Stopwatch

Persiapan : Instruktur outbound memerintahkan seluruh peserta outbound untuk berpasangan dua-dua. Kemudian setiap orang mengikatkan tali rafiah dipergelangan tangannya, dengan saling menyilang dengan pasangannya

Permainan :

Peserta diminta untuk dapat melepaskan tali yang terikat dengan tali pasangannya, dimana tali tersebut masing-masing terikat di kedua pergelangan tangan masing-masing orang.

Aturan Main :

* Tidak boleh memotong tali.
* Tidak boleh membuka simpul yang mengikat ke pergelangan tangan

Teaching point :

Problem solving

Melatih kesabaran’

Mengetahui kekurangan dan kelebihan orang lain.

Saling pengertian

Mau tau kunci dari permainan ini?

sepertinya anda harus menghubungi manajemen outbound malang di marketing@outboundmalang.com

Toxic Waste

Permainan ini biasa dikenal dengan sebutan “masukkan air ke dalam botol”

Alat yang dibutuhkan :

– Botol air mineral yang diberi tali. Setiap botol dibeli tali minimal 10 buah

– botol air mineral ditaruh tegak di atas tanah dengan tutup terbuka

Permainan :

Tim harus memindahkan cairan beracun dari satu container (diwakili oleh botol) ke container yang lain.

Aturan Main :

Fasilitator outbound memberikan instruksi :

* Peserta tidak boleh berbicara satu sama lain.
* Alat bantu yang dapat digunakan hanya berupa tali-tali yang tersedia.
* Tidak boleh memasuki area radiasi, bila ada seorang peserta yang menginjak maka permainan harus diulang dari awal lagi.
* Cairan tidak boleh tumpah, apabila tumpah permainan diulang dari awal.
* Dianggap selesai bila tali-tali yang dipergunakan kembali keluar lingkaran.

Tipe : Strategic Game

Target : team work dalam mencapai target, inovasi-kreativitas , disiplin, melatih kesabaran, mengetahui kekurangan dan kelebihan rekan kerja, komunikasi yang efektif terhadap rekan kerja

Ball Tossing

Teaching point :

Fokus pada pekerjaan

Sensitivitas terhadap orang lain

Pelayanan prima

Inovasi

Perlengkapan :

Tiga buah bola plastik

Stopwatch

Pluit

Cara permainan :

Game ini termasuk dalam kategori fun game dan ice breaking. Peserta diminta untuk membentuk lingkaran dengan wajah menghadap ketengah dan berhadapan dengan peserta lain. Selanjutnya peserta diminta untuk melempar sebuah bola kepeserta lain dengan menyebutkan namanya sendiri dan nama orang yang diberi bola. Selanjutnya orang yang diberi bola juga menyebut namanya dan memberikan kepada orang lain sambil menyebut nama orang lain. hal yang sama dilakukan secara bergantian pada peserta lainnya.

Tolok ukur :

Kesuksesan tim dinilai dari berapa banyak kesalahan menyebut nama sendiri dan nama orang lain.

Jumlah bola jatuh

Debriefing :

Menanyakan pengalaman individu dari permainan

Perilaku peserta yang mendukung dan menghambat kesuksesan tim

Hollahop Berpindah

Kategori game ini adalah termasuk low game dan biasa digunakan untuk game pemecah kebekuan (Ice Breaking).

Alat : Hollahop, tali, webbing

Cara Permainan :

Peserta outbound training dibagi menjadi beberapa kelompok besar. Kemudian insruktur outbound memerintahkan seluruh anggota kelompok berpegangan tangan sehingga membentuk garis lurus. Hollahop ditaruh di ujung kanan, kemudian peserta outbound diminta untuk memindahkan hollahop tersebut ke sebelah kiri tanpa memutus pegangan tangan. Kemudian tantangan di ubah dengan menggunakan tali, kemudian dengan menggunakan webbing. Apabila sudah maka tantangan berikutnya adalah, hollahop ditaruh di sebelah kanan, webbing ditaruh disebelah kiri. Kemudian peserta diminta memindahkan benda tersebut ke sisi yang berseberangan secara bersamaan.

Tujuan :

Melatih kerjasama team

Mengetahui kecerdasan peserta

Sebagai game pemecah kebekuan

Berfikir kreatif dan inovatif