Archive for April, 2011

Asal Mula Outbound

Outward Bound adalah ide pendidikan inovatif yang dikreasikan oleh Kurt Hahn yang telah bertahan dan berkembang selama lebih dari enam puluh tahun. Fakta Ini dapat dikatakan luar biasa karena begitu banyak metode pendidikan yang muncul dan tenggelam selama periode ini.

Apakah karena konsep ini sangat mudah beradaptasi dan dapat diterapkan pada dunia edukasi secara masal atau karena pemikiran dan filosofi dari konsep metode semacam outbound ini adalah abadi dan memiliki daya tarik universal? atau mungkin kedua faktor tersebutlah yang membuat metode ini menjadi populer dan terus berkembang.

Yang jelas sang penemu metode outward bound atau lebih dikenal outbound training , Kurt Hahn telah meninggal pada tahun 1974 tetapi pengaruhnya dalam Outward Bound dan inisiatif pendidikan lainnya masih hidup hingga saat ini. Beliau lebih menekankan tercapainya tujuan daripada melatih fokus, dengan menggunakan cara yg sangat fleksibel, beragam dan sangat adaptatif. Begitu pula dengan metode Outbound Training, dengan programnya yang boleh dikatakan “tidak lazim”

Kisah Sang Penemu Outbound

Kurt Hahn lahir di Jerman pada tahun 1896, putra seorang industrialis Yahudi kaya, tapi ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Inggris sebagai warga negara Inggris. Sementara ia masih di SMA tahun 1902, ia menghabiskan liburan musim panas di Dolomites dengan teman-teman dari Abbotsholme, sebuah sekolah negeri Inggris. Selama rentang perjalanan ini, dalam sebuah diskusi tentang sistem sekolah umum Inggris, ketertarikan mengenai dunia pendidikan pertama kali masuk ke dalam benak Hahn. Hal ini menyebabkan ia menjadi terobsesi, kemudian ia mulai mendalami filsafat pendidikan dan sangat dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran Plato, Baden Powell, Cecil Reddie, Dr Arnold dari Rugby, Herman Lietz dan lain-lain.

Pada tahun 1904, saat ia masih muda, Hahn terkena “sunstroke” yang cukup parah sehingga membuatnya cacat permanen namun disinilah ia merasakan ketegaran karena ia memiliki semangat dan keberanian untuk bertahan hidup yang sangat tinggi. proses pemulihan diri ini dimanfaatkannya untuk mempelajari filsafat pendidikan secara lebih mendalam dan merumuskan sistem pendidikan yang hingga saat ini menjadi sangat populer.

Salah satu prinsip hidupnya yang ia pegang teguh sejak saat itu adalah, “ketidakmampuan Anda adalah Peluang Anda”, yaitu mengubah Tantangan menjadi Keuntungan, dengan cara selalu melakukan hal yang benar, terbaik dan bermanfaat meskipun dalam keadaan yang dirasakan sangat sesulit apapun.

Filsafat pendidikan Hahn adalah perpaduan dari apa yang dianggap sebagai ide terbaik yang diambil dari berbagai sumber. Menurutnya, pendidikan adalah seperti pengobatan, metode pengobatan yang ada pada saat ini adalah hasil penemuan dan penyempurnaan dari metode metode terdahulu, jika anda datang ke seorang ahli bedah umum dan meminta untuk membedah usus anda dengan cara yang terbaik dan benar, pasti dokter ahli bedah umum tersebut akan menyarankan anda untuk datang ke ahli bedah yang lebih ahli mengenai usus.

Jadi menurut Hahn, tidak ada yang istimewa dan baru dari metode “temuannya”, karena menurut Hahn, ia hanyalah mengumpulkan, merumuskan kemudian mengemasnya dengan cara yang dianggapnya paling sesuai dengan pengalaman atau proses hidupnya pada masa itu. Beliau menganggap, lebih baik meminjam sebuah ide atau metode yang sudah teruji dan terbukti ketimbang harus mencari dan berkesperimen dengan metode baru.

Kunci keberhasilan Hahn adalah, ia berhasil merangkum, mengambil dan menggabungkan ide dan metode terbaik dari tiap pakar pendidikan di dunia, menjadi suatu metode edukasi yang sangat unik.

Hahn memiliki keyakinan bahwa setiap manusia dilahirkan dengan potensi dan kekuatan spiritual serta kemampuan untuk membuat penilaian yang benar mengenai nilai hidup dan moral.

Dalam perkembangan hidupnya, seseorang itu kehilangan kekuatan spiritual ini dan kemampuan untuk membuat penilaian moral karena, apa yang Hahn sebut, diseased society dan the impulses of adolescence.

Oleh karena itu, Hahn terobsesi oleh dekadensi moral atau penyakit sosial yang dia amati di masyarakat, dan sangat tergerak untuk mencari solusinya, beberapa “penyakit” tersebut misalnya seperti :

* Penurunan tingkat kebugaran karena adanya sarana transportasi modern, pada saat itu lokomotif atau mesin
* Penurunan memori dan imajinasi karena bingung, waswas, stress, gelisah akibat dampak dari modernisasi
* Penurunan tingkat keterampilan dan perhatian karena melemahnya tradisi dan budaya yang positif serta keahlian
* Penurunan disiplin diri karena ketergantungan pada obat-obat perangsang dan obat penenang
* Penurunan rasa cinta dan kasih sayang antar sesama karena masing masing sibuk dan egois dengan gaya hidup modernnya

Sebagai bagian dari perhatiannya terhadap kekuatan dan kemampuan fisik adalah, ia percaya bahwa setiap manusia memiliki bakat kemampuan fisik, baik bakat fisik alamiah maupun ketidakmampuan fisik alamiah, misalnya seperti cacat fisik.

Keduanya memiliki kelebihan dan memberikan kesempatan: satu untuk mengembangkan kekuatan dan yang lainnya untuk mengatasi kelemahan. Inilah yang menjadi prinsip atau pegangan Hahn’s berikutnya yaitu,

“Ada banyak kelebihan pada diri anda daripada yang anda pikirkan dan bayangkan.”

Tujuan Hahn adalah untuk menyediakan wahana ideal untuk mengaktifkan kesadaran dan potensi kekuatan tersebut, sehingga setiap orang dapat menemukan kesempurnaan jati diri manusianya dan salah satu wahana yang ia buat adalah Outward Bound atau lebih populer di Indonesia dengan istilah Outbound Training.

*dirangkum dari berbagai sumber

Syarat menjadi Instruktur Outbound

Suksesnya suatu kegiatan outbound training manajemen sangat tergantung pada kemampuan instruktur didalam membawa acara pelatihan. Semua proses belajar yang terjadi di dalam keseluruhan kegiatan harus berjalan secara lancar dan menyenangkan (Fun). Peranan fasilitator dan instruktur sangat penting. Oleh karena itu instruktur outbound harus dapat menempatkan dirinya secara professional. Seorang fasilitator dan instruktur outbound yang professional setidaknya harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Memiliki kompeten dalam bidang ilmu manajemen, ilmu psikologi dan dinamika kelompok.

Tanpa memiliki kompetensi yang memadai seringkali kegiatan outbound hanya menjadi penderitaan fisik karena tidak jelas hubungan antara aktivitas fisik dengan ilmu manajemen dan perilaku yang harus dimiliki dalam kegiatan bisnis dalam era perubahan yang sangat cepat.

2. Memahami rancangan permainan untuk mengungkap prilaku manajemen

Kegiatan dalam outbound training manajemen baru akan bermakna bagi pembentukan perilaku yang menunjang sukses bisnis bila kegiatan dirancang untuk mensimulasi perilaku organisasi yang sebenarnya. Oleh karena itu, seorang fasilitator harus terlibat dalam perancangan kegiatan pelatihan outbound training. Dia harus mengetahui permainan outbound apa yang akan dimainkan, dan apa makna manajemen dari permainan tersebut.

3. Memiliki kemampuan observasi dan kemampuan komunikasi yang baik

Observasi adalah bagian penting dari kegiatan outbound training. Kemampuan mengamati perilaku yang produktif dan prilaku yang tidak produktif mutlak harus dimiliki seorang fasilitator outbound training. Selain itu, dia juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang jelas dan memproses perilaku yang muncul tanpa membuat peserta outbound yang memunculkan prilaku tersebut tersinggung.

4. Menarik dan berwibawa (pendidikan yang memadai, kepribadian yang menarik dan memiliki sense of humor yang baik)

Suasana pelatihan outbound training hendaknya harus penuh rasa gembira. Belajar dalam hati yang gembira akan sangat membantu efektifitas belajar. Oleh karena itu seorang fasilitator outbound harus mampu membuat suasana yang hangat dan gembira dengan humor-humor yang sehat tanpa menyinggung perasaan peserta outbound.

5. Menguasai masalah teknis pelatihan termasuk masalah safety

Pelatihan di alam terbuka sangat terkait dengan kemungkinan untuk terkena cedera. Oleh karena itu kemampuan teknis dibidang keselamatan permainan sangat penting dimiliki, walaupun di dalam outbound traning ada tim medis, keselamatan pelatihan berada di tangan fasilitator/instruktur outbound training.

Fasilitator dan instruktur di dalam team executive adventure outbound malang adalah orang yang berpengalaman dan mumpuni dibidangnya. Sudah bertahun-tahun menyelenggaran kegiatan outbound dengan ratusan client yang berbeda diberbagai kota di indonesia. Sebagai sebuah provider outbound traning, kami selalu menjaga mutu dan kualitas pelatihan, sehingga tujuan dan sasaran yang diinginkan client bisa tercapai

segera hubungi kami di 081233342777 atau 0341-7027933. atau email via marketing@outboundmalang.com

Lakukan Yang Terbaik

Ada pesan agama “ Berlomba-lombalah menjadi yang terbaik”. Pesan ini mendorong setiap orang untuk mewujudkannya. Orang yang terbaik selalu menarik perhatian orang lain. Dia punya daya tarik yang mempesona.

Misalnya : dalam berbicara. Kalimat yang digunakan selalu kata-kata yang terpilih, sehingga isinya berkualitas. Dia “mengunyah” dulu sebelum mengeluarkan/mengucapkannya. Singkat kata, tutur katanya selalu baik.

Sikapnya sopan dan santun. Jauh dari sikap sombong, pongah, apalagi hanya mempertontonkan kekarnya otot leher. Lazimnya orang yang dihormati bukan karena fisiknya yang gagah, tetapi perhormatan datang karena sikap rendah hati.

Pribadi unggul juga berupaya baik dalam hal ilmu, keterampilan dan prilaku. Ilmunya luas, mendalam dan selalu disebarluaskan kepada orang lain. Dia juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendek kata, pribadi unggul selalu berupaya untuk menjadi yang terbaik dibanding orang lain.

Kalau orang lain tidur, dia akan bangun, kalau orang lain duduk dia akan berdiri, kalau orang lain berdiri dia akan berjalan, kalau orang lain berjalan dia akan berlari, kalau orang lain berlari dia akan berlari lebih cepat, kalau orang lain berlari lebih cepat maka dia akan terbang. Pokoknya orang sukses selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk bisa dicontoh orang lain.

Wallahu a`lam bishshowab.

Executive adventure outbound malang

Hotline : 0341-7027933

Mobil : 081233342777

Berfikir Sebelum Bertindak

Mana yang lebih baik : Berfikir dulu, baru bertindak atau sebaliknya, bertindak dulu baru berfikir Setiap orang yang memiliki kepribadian yang unggul harus memilih yang pertama. Karena cara ini bisa menghasilkan pekerjaan yang lebih rapi dan tidak asal-asalan. Kinerjanya bisa maksimal, tidak boros waktu, biaya dan tenaga. Ia mengenal betul prinsip-prinsip manajemen modern yang terdiri atas tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan kontrol. Dari sana, target : waktu, biaya, dan sebagainya dapat di atur secara baik dan benar

Indikasi seorang yang memiliki pribadi unggul tidak pernah berhenti berfikir, sehingga selalu ada saja motivasi, inovasi, improvisasi dan kemajuan dalam pekerjaannya. Pola kerja yang demikian bisa mencegah terjadinya kejenuhan dan menghindari patah semangat. Sementara mereka yang bekerja dulu baru berfikir, biasa terpental-pental. Kinerjanya akan amburadul, konsepnya tidak karuan, dan target yang ingin dicapai juga tidak jelas. Kerja tanpa dipikir terlebih dahulu akan terjadi banyak kesalahan. Prosesnya pun akan memakan waktu yang panjang.

Bagi seorang yang memiliki visi yang jelas, berfikir sebelum bekerja sudah menjadi prinsipnya. Selain menghindari terjadinya kesalahan dalam mengambil langkah, berfikir sebelum bertindak akan menjadikan pekerjaan lebih efektif dan efisien

Merancang Kegiatan Outbound yang Efektif

Program pelatihan dan pengembangan yang dilakukan di luar ruangan atau biasa disebut outbound, hanya akan efektif apabila dilaksanakan dengan baik. Outdoor training bisa menjadi bahan yang ampuh untuk pengembangan SDM, asalkan dikerjakan dengan benar, yakni berisi rangkaian program-program yang bagus.

Kompetisi seseorang bisa ditingkatkan melalui pengembangan pengetahuan, skill, dan sikap/karakter yang bersangkutan. Outbound training bertujuan menggali dan meningkatkan skill dan karakter individu. Untuk hasil yang maksimal, kegiatan outbound idealnya dilaksanakan minimal 3 hari, fasilitas outbound harus memadai dan dipandu oleh instruktur yang berpengalaman. Dan yang terpenting, program outbound harus focus pada hasil, bukan pada aktivitasnya itu sendiri.

Untuk itu, sebelum melakukan kegiatan outbound, terlebih dahulu harus dirancang dan dipersiapkan dengan baik segala macam hal yang dapat menunjang keberhasilan tersebut. Secara umum ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk menuju kegiatan outbound yang efektif sesuai dengan yang diharapkan.

1. Menetapkan target/tujuan

Untuk apa kegiatan outbound dilaksanakan? Setiap kegiatan pasti memiliki tujuan dan target yang ingin dicapai. Untuk mengasah kebersamaan (team building)? Memompa semangat berprestasi (achievment motivation)? Kepemimpinan (leadership)? Atau untuk tujuan yang lain??

Penetapan tujuan dan target ini penting untuk mendesain setting kegiatan yang akan dilaksanakan, meliputi pemilihan lokasi, merumuskan materi, dan jenis-jenis materi yang dilaksanakan dalam outbound tersebut.

2. Menentukan lokasi kegiatan.

Setelah tujuan atau target kegiatan telah ditentukan, maka setelah itu adalah menentukan tempat/lokasi kegiatan outbound. Adakalanya kegiatan outbound dilakukan hanya sebagai pelengkap atau variasi dari kegiatan dalam ruangan (indoor). Bila itu yang terjadi, maka pilihlah gedung atau aula yang memiliki halaman yang luas, atau dekat tanah lapang yang bisa dijadikan arena outbound atau permainan games.

3. Menyiapkan alat yang diperlukan.

Agar kegiatan outbound berjalan dengan baik, segala keperluan menyangkut peralatan yang dibutuhkan harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Untuk kegiatan fun outbound biasanya tidak memerlukan peralatan-peralatan yang rumit.

4. Menyiapkan tim instruktur.

Tim instruktur bisa jadi merupakan kunci keberhasilan kegiatan outbound training. Entah itu real outbound (high maupun middle impact) maupun hanya bersifat fun games. Instruktur harus orang yang berpengalaman di bidangnya, terutama outbound yang beresiko tinggi, sehingga outbound bisa menjadi aman dan nyaman. Syarat-syarat menjadi tim instruktur silahkan klik disini.

Demikian beberapa tips untuk merancang kegiatan outbound yang baik

=========SEMOGA SUKSES SELALU BUAT ANDA==========

Executive Adventure Outbound Malang.

Provider Outbound Training Professional

Telp : 081 2 333 42 777

Flx : 0341-7027933

www.outboundmalang.com

www.facebook.com/outbound.malang

10 Ciri Team yang Berkinerja Tinggi

1. Seluruh anggota mempunyai tekad menyelesaikan tujuan atau misi yang dikembangkannya.
2. Tim bekerja dalam lingkungan yang anggotanya saling terbuka dan percaya satu sama lainnya.
3. Seluruh anggota merasa memiliki tim, dan secara sukarela mereka berpartisipasi di dalamnya.
4. Anggota terdiri atas orang dengan pengalaman, gagasan, pandangan, yang berbeda, dan perbedaan ini dihargai.
5. Semua anggota tim secara terus menerus belajar dan memperbaiki dirinya. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan tim dalam memecahkan persoalan.
6. Semua anggota tim mengerti peranan dan tanggung-jawabnya, saling menghargai satu sama lainnya.
7. Keputusan diambil berdasarkan konsensus
8. Setiap anggota tim berkomunikasi secara terbuka, langsung, dan saling mendengarkan satu sama lainnya secara obyektif dan penuh kesabaran.
9. Tim dapat menangani konflik tanpa harus memunculkan permusuhan.
10. Pimpinan tim, apakah temporer atau tetap, mempraktekan gaya kepemimpinan partisipatif.

Safety procedure dalam Kegiatan Outbound

Di artikel sebelumnya sudah diungkapkan mengenai pentingnya safety procedure didalam menjalankan proses pelatihan ini. Banyak pelaku bisnis ini seringkali menyepelekan bahkan menganggap remeh tentang pentingnya aspek yang satu ini. Bahkan banyak kalangan menganggap bahwa safety procedure ini dianggap akan menghambat proses pelatihan menjadi tidak optimal. Sementara saya menganggap jika aspek keselamatan tidak dijalankan dengan baik dan benar, bisa-bisa jasa operator outbound yang menganggap remeh akan pentingnya unsur keselamatan ini lama kelamaan keberadaannya tidak akan “safety” karena semakin ditinggalkan oleh kliennya.

Minimnya pengetahuan dan besarnya peluang didalam menjalankan bisnis ini adalah kombinasi yang sempurna menjamurnya operator outbound dilingkungan sekitar kita. Selain karena jenis permainan dan penerapan metode yang sederhana dan juga ditambah modal yang minim yang dikeluarkan didalam menjalankan bisnis ini.

Dampak yang lebih luas akan terasa luar biasa, apabila kecelakaan benar-benar terjadi apalagi kejadian ini menimpa pada peserta perusahaan yang ternama. Nama baik jasa outbound ini sudah jelas akan tercoreng-moreng dan juga akan memberikan indikasi yang buruk didalam mempraktekan bisnisnya di kemudian hari. Tetapi sialnya, jasa-jasa operator yang lain pun yang sudah menjalankan aspek keselamatan dengan sangat baiknya juga akan terkena imbasnya.

Oleh sebab itu, mari kita menghimbau diri kita sendiri (evaluasi kedalam) dan teman-teman kita untuk membuka mata lebar-lebar bahwa system pelatihan ini bisa dijalankan oleh siapapun dengan satu tujuan yaitu zero accident.

Biasakan melakukan presentasi dan simulasi sebelum mencapai suatu kesepakatan dengan pihak perusahaan atau pengguna jasa pelatihan ini didalam menjelaskan secara rinci bentuk permainan dan metode yang akan mereka alami.

Jelaskan juga secara mendetil kemungkinan resiko-resiko yang akan didapat selama permainan berlangsung dan pengetahuan seberapa parah apabila kecelakaan benar-benar terjadi ditambah pengetahuan bagaimana cara menghindarinya.

Selalu memberikan fasilitas asuransi didalam semua jenis paket pelatihan alam bebas bagi seluruh peserta maupun tim yang ada di lapangan, harga sedikit lebih mahal tetapi fasilitas ini akan memberikan kenyamanan awal bagi para peserta dan tim dilapangan. Bukan berarti aktifitas dapat dilakukan seenaknya, justru seharusnya memberikan pemahaman bahwa dengan adanya asuransi semua aktifitas harus dijalankan dengan standard safety procedure yang ada.

Apabila kecelakaan tidak bisa dihindari, berikanlah pertolongan secepat dan seefektif mungkin ditambah koordinasi tingkat tinggi dengan pihak-pihak yang terkait (ambulan, dokter lapangan, rumah sakit dan alat2 penunjang keselamatan). Dengan harapan, akan menghindarkan dampak kecelakaan yang serius pada si korban ataupun pada jasa operator itu sendiri.

kasembon Rafting Outbound Malang siap melayani anda dalam melakukan kegiatan outbound yang efektif, menarik dan AMAN

Silahkan hubungi kami di:

081233342777

Sasaran Kegiatan Outbound Training

Sasaran dari kegiatan outbound training adalah pengembangan berbagai komponen prilaku pegawai guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas kerja sehari-hari. Komponen prilaku yang diharapkan tumbuh dari pelaksanaan outbound training adalah :

– Berfikir kreatif (kreatif thingking)

– Kemampuan untuk mengembangkan gagasan kreatif dari diri sendiri

– Kemampuan untuk memancing munculnya gagasan kreatif dari orang lain.

– Kemampuan untuk menyakinkan orang lain

– Kemampuan menyelesaikan konflik dalam kondisi win-win

– Kemampuan bernegosiasi dengan pihak lain dengan kondisi win-win

– Kemampuan membagun kerjasama dengan tim

– Kemampuan membangkitkan semangat kerja tim

– Kemampuan mengatasi hambatan yang dihadapi tim

– Mempunyai hubungan interpersonal yang baik

– Mau mendengar dan menghargai pendapat orang lain

– Membangun rasa percaya (trust) pada orang lain

– Melihat kelemahan orang lain bukan sebagai kendala

– Melihat orang lain sebagai bagian dari sukses diri sendiri dan sukses tim

– Terbuka atas masukan (kritik dan saran) dari orang lain

– Tidak memaksakan kehendak

– Bersedia menolong orang lain dan mau ditolong orang lain

– Berkomunikasi secara efektif

– Mampu menyampaikan informasi kepada orang lain.

– Mengkomunikasikan ide kepada orang lain dengan jelas dan sistemik

– Menyampaikan kritik dan saran tanpa menyinggung perasaan orang lain

– Merangsang orang lain untuk mengajukan gagasan alternatif

– Mau bertanya bila ada ketidakjelasan informasi

– Berusaha memahami kesulitan orang lain

– Memotivasi diri dan orang lain

– Mengembangkan inisiatif dan kreatifitas diri

– Mau bekerja melebihi harapan

– Melihat kesulitan sebagai sesuatu yang menantang

– Berani mengambil resiko

– Membangkitkan semangat orang lain

– Menghangatkan suasana dengan sifat humoris

– Mempunyai kemampuan dalam pengelolaan diri

– Pengembangan kebiasaan hidup yang efektif

– Tidak kehilangan kontrol emosi

– Tegar dalam menghadapi situasi panik

– Tidak menganggap dirinya sebagai orang yang paling berjasa dalam kesuksesan tim

Sudahkah sifat sifat tersebut ada dalam diri anda? Executive adventure, outbound malang berusaha membantu anda memunculkan sifat-sifat tersebut dalam tiap kegiatan outbound-nya. Silahkan hubungi kami untuk menjadi provider kegiatan outbound perusahaan anda…

apa manfaat outbound

Dalam 5-7 tahun terakhir, outbound training menjadi salah satu primadona training di Indonesia. Banyak sekali manajemen perusahaan yang melirik dan menginvestasikan training karyawannya melalui outbound training atau kegiatan manajemen outbound training. Metode experential learning dalam bentuk outbound training yang satu ini mampu menghadirkan nuansa baru dengan kemasan berbeda dibanding training konvensional selama ini, hanya di dalam kelas, formal dan membosankan (kadang-kadang bikin ngantuk)

Bermain tapi bukan main-main. Fun tapi full learning point. Inilah unsur lebih management outbound training yang ditawarkan. Belajar melalui proses mengalami sendiri (outbound training), berinteraksi secara intens sambil belajar dengan rekan sehari-hari dalam pekerjaan melalui simulasi game outbound yang dilakukan di alam terbuka, adalah pengalaman penuh makna.

Dalam tulisan kali ini, saya tidak akan menyoroti outbound training dari konsep dan konten secara mendetail. Namun lebih pada pandangan klien selama ini dan peta kebutuhan terhadap outbound training. Paling tidak, sejauh pengamatan dan pengalaman saya berinteraksi dengan para klien pengguna jasa outbound training ini, klien terbelah menjadi dua kubu. Pada dua kutub yang berbeda.

Kubu yang pertama melihat bahwa result outbound training tidak jelas. Ciri ungkapan maupun pertanyaan yang sering terlontar adalah apa manfaatnya outbound training? Sejauh mana efektifitasnya? Kok paling banter perubahan yang terjadi paling lama bertahan 1 bulan saja, bahkan hanya 2-3 minggu? Padahal investasi yang telah dikeluarkan tidaklah kecil, mengingat outbound training ini biasanya diikuti oleh peserta yang relatif besar jumlahnya.

Sementara kubu yang lain melihat bahwa outbound training adalah sesuatu bentuk pembelajaran yang menarik dan positif. Outbound training atau manajemen outbound training training bagi mereka mampu menawarkan solusi untuk mengurai akar dari kekusutan ’benang kerjasama tim’yang mulai koyak bahkan hampir putus. Sekali putus, berabe sekali efeknya,karena melibatkan banyak pihak yang saling mengait di dalamnya. Tak ayal klien tetap saja selalu mencari atau membutuhkan outbound training ini. Apalagi dimasa akhir tahun, outbound training sangat dicari meski kadang bermertamofosis menjadi outing (salah satu agenda penting dalam employee gathering maupun raker).

Executive adventure, outbound malang sebagai salah satu provider outbound yang ada di indonesia, selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kemajuan dan perkembangan perusahaan anda.

jangan ragu untuk menghubungi kami.

SUKSES SELALU

Di edit dari situs olah raga.blog.

Agar kegiatan outbound training optimal

Beberapa hal yang harus dilakukan agar kegiatan outbound training yang dilaksanakan dapat menghasilkan hasil yang optimal. Diantaranya adalah..

Interview. Ini perlu dilakukan untuk mendapatkan gambaran profil dari peserta outbound. Jangan sampai nantinya permainan super keras diterapkan kepada orang yang punya penyakit tertentu misalnya. Wah.. bisa repot nantinya. Selain itu juga agar instruktur tidak terkaget-kaget di lapangan manakala karakter asli dari peserta muncul, sedangkan karakter itu belum tentu disenangi oleh sang instruktur misalnya. Jadi udah ada semacam defend dulu agar gak terkaget-kaget (termasuk solusi bagaimana menanganinya).

Variasi permainan. Ini juga penting dan mesti disesuaikan dengan kondisi dan budget. (Bukan berarti simulasi kerjasama ini tidak bisa dimainkan di dalam ruangan loh). Semakin pandai seorang instruktur merancang suatu permainan, yang dapat mensimulasikan kerjasama antar anggota tim, semakin besar kemungkinan keberhasilan dari kegiatan outbound training tersebut.

Keseriusan dan kesiapan peserta. Bila segala-galanya sudah bagus namun pesertanya tidak serius atau tidak siap, yang ada bisa2 hanya akan buang2 waktu dan tenaga saja. Jadi apa gunanya kegiatan outbound training dilaksanakan.

Komunikasi. Saat kegiatan outbound training berlangsung, harapannya karakter yang biasa digunakan para peserta selama di tempat kerja, karakter itulah yang digunakan. Nantinya bisa jadi akan timbul konflik dan bisa jadi masalah dalam komunikasi. Nah.. ini akan menarik bila masih bisa dilakukan kompromi dari hasil komunikasi yang berlangsung.

Btw, bila dari hasil kompromi yang terjadi tidak mendapatkan hasil yang benar2 produktif, maka bisa jadi ada (satu atau lebih) karakter yang boleh dibilang kurang cocok untuk ditempatkan dalam tim. Untuk itulah perlu dilakukan perubahan karakter. Misal, yang tadinya pemarah harus dikurangi marah nya. Yang pendiam harus diajak atau diberi peluang untuk bisa mengungkapkan apa yang dianggapnya baik untuk tim. Dan bila terjadi perubahan berupa peningkatan produktifitas tim tersebut dari yang semula tidak produktif atau kurang produktif, maka karakter baru itulah yang ”stelan”-nya perlu digunakan dalam lingkungan kerja sehari-hari. Karena ”mapping” na boleh dikatakan udah ”pas”. Namun bila dianggap ada pemarah dan ada pendiam tapi tetap dianggap produktif. Malah justru sarannya adalah.. peliharalah sifat marah dari pemarah dan sifat pendiam dari si pendiam karena “mapping” nya udah pas. Aneh kan? Tapi ajaib, begitulah sarannya.

Gimana bila ternyata tidak berhasil pula dilakukan kompromi dari usaha untuk merubah karakter yang ada di dalam tim (yang mengakibatkan kurangnya produktifitas dalam tim)? Personil yang memiliki karakter yang kurang cocok dalam tim tersebut lantaran tidak ditemukannya ”mapping” yang pas, mungkin bisa ditempatkan di tim yang lain yang lebih cocok untuknya (selain kemudian bisa di-training pelan-pelan agar karakternya bisa berubah ke arah yang diharapkan. Btw perusahaan sekelas General Electric melakukan hal itu kepada para karyawannya). Tapi terlepas dari suka atau tidak suka dari keputusan yang diambil, harapannya ke depan akan memberi keseimbangan dalam tim di kemudian harinya. Mungkin gak ada yang salah dan gak ada yang bener dari hasil keputusan tersebut. Seperti tidak ada yang salah tatkala ada istri cerewet dengan suami pendiam. Intinya bagaimana menemukan ”mapping” yang pas untuk tim. Cara yang berat dan mahal memang. Namun di luar negeri ini dianggap efektif ketimbang sekedar melakukan assessment. Assessment memang cara yang murah menurut saya. Namun boleh dibilang tidak.. atau setidak-tidaknya.. kurang adil. Coba pikir baik2. Istri cerewet dan suami pendiam tapi produktif. Istri oke dan suami oke namun gak produktif. Apa yang salah dari sebuah assessment? Namun assessment ini boleh dibilang masih bisa dipake, bahkan sangat terpakai daripada.. ribet!

dikutip dan diedit dari : kormakyu.